Sebelum Liburan ke Malaysia, 6 Culture Shock Unik
Ini Sering Dirasakan Warga Indonesia
25 Juli 2026 • 5 Menit Baca
Malaysia adalah salah satu destinasi terdekat dan favorit bagi wisatawan Indonesia. Walau serumpun dan memiliki banyak kemiripan, ada perbedaan istilah kata dan norma sosial yang bisa membuat salah paham jika tidak dipahami.
1. Istilah Kata Bahasa Melayu Berbeda Arti
Beberapa kata memiliki arti bertolak belakang dari Bahasa Indonesia. Contohnya: *"Pusing"* berarti berputar/keliling, *"Percuma"* berarti gratis, dan *"Tambang"* berarti tarif/ongkos naik transportasi.
2. Etika Menunjuk Menggunakan Ibu Jari (Jempol)
Menunjuk orang atau arah lokasi dengan jari telunjuk dianggap kurang sopan di Malaysia. Budaya lokal terbiasa menunjuk dengan melipat telunjuk dan menggunakan ibu jari (jempol) kanan.
3. Kehidupan Kedai Mamak 24 Jam
Budaya *Kedai Mamak* (warung makan khas India-Muslim) buka 24 jam dan menyajikan menu populer seperti Teh Tarik, Roti Canai, dan Nasi Kandar dengan porsi ramah di kantong.
4. Pembayaran Transaksi Touch 'n Go
Sistem e-wallet dan kartu *Touch 'n Go* (TnG) sangat mendominasi tarif bus, LRT/MRT, hingga belanja minimarket di Kuala Lumpur.
5. Keanekaragaman Multikultural & Bahasa Manglish
Masyarakat Malaysia terdiri dari etnis Melayu, Tionghoa, dan India yang fasih menggunakan Bahasa Melayu serta *Manglish* (Malaysian English) secara bergantian.
6. Etika Eskalator & Transportasi Publik
Pengguna MRT/LRT di Kuala Lumpur sangat tertib: berdiri diam di sebelah kiri eskalator dan memberi jalan penumpang keluar sebelum masuk gerbong.
💡 Tips Internet Malaysia:
Beli **eSIM Malaysia DGTRAVEL** sebelum terbang agar koneksi internet 5G langsung aktif dari saat Anda mendarat di KLIA 1 atau KLIA 2!
Artikel Terkait
Liburan Singkat Ke Malaysia?
Beli eSIM Malaysia Unlimited data murah mulai 20 ribuan dari DGTRAVEL.
Beli eSIM Malaysia