Culture Shock

Sebelum Terbang ke Singapura, 6 Culture Shock Ini
Sering Bikin Turis Indonesia Bingung

25 Juli 2026 • 5 Menit Baca

Meskipun letaknya sangat dekat dari Indonesia, Singapura memiliki aturan perkotaan yang super disiplin serta kebiasaan unik lokal yang bisa membuat wisatawan baru terkejut.

Culture Shock Singapura

1. Budaya Chope Meja di Hawker Center

Di pusat kuliner (*Hawker Center*), warga lokal terbiasa meletakkan sebungkus tisu, payung, atau kartu di atas meja kosong untuk "memesan" tempat sebelum membeli makanan. Jangan menempati meja yang terdapat barang penanda tersebut!

2. Aturan Ketat & Denda Tinggi (Fine City)

Singapura sangat tegas dalam menegakkan aturan. Dilarang membawa permen karet, denda hingga SGD 500 jika makan/minum di MRT, dan denda besar bagi yang merokok di luar zona khusus.

3. Toilet Umum Kering Tanpa Jet Shower

Hampir seluruh fasilitas toilet umum di mall dan stasiun MRT Singapura adalah toilet kering tanpa semprotan air basah (*bidet*).

4. Dialek Singlish yang Super Cepat

Percakapan harian warga lokal menggunakan *Singlish* (gabungan Bahasa Inggris, Hokkien, dan Melayu) dengan imbuhan seperti *lah, leh, meh, lor* yang disampaikan dengan ritme sangat cepat.

5. Eskalator Bergerak Cepat

Kecepatan eskalator di Singapura terasa lebih kencang dibanding Indonesia. Berdirilah di sisi kiri jika santai, dan kosongkan sisi kanan bagi mereka yang berjalan mendahului.

6. Air Keran Langsung Minum (Tap Water)

Air keran di Singapura teruji sangat bersih dan dapat diminum langsung dari fasilitas umum atau kamar hotel tanpa perlu memasaknya lebih dulu.

💡 Tips Hemat Internet Singapura:

Aktifkan **eSIM Singapura DGTRAVEL** sebelum menyeberang dari Batam atau saat transit di Changi Airport. Internet langsung terhubung kencang tanpa biaya roaming mahal!

Liburan Singkat Ke Singapura?

Beli eSIM Singapura serba praktis mulai 30 ribuan dari DGTRAVEL.

Beli eSIM Singapura