Panduan

Cara Menghadapi Transit Pesawat
Pertama Kali Tanpa Panik

15 Juni 2026 • 5 Menit Baca

Penerbangan transit (connecting flight) sering kali membingungkan bagi pemula. Bayangan akan tertinggal pesawat berikutnya atau bagasi yang tersasar menjadi ketakutan utama. Namun, dengan persiapan matang, transit bisa dilalui dengan santai.

1. Pahami Alur Pemindahan Bagasi (Baggage Claim)

Jika Anda membeli tiket transit dalam satu maskapai (single ticket), bagasi Anda biasanya akan otomatis dipindahkan ke pesawat berikutnya (Through Check-In). Anda baru mengambil bagasi di bandara tujuan akhir. Namun, jika Anda membeli dua tiket terpisah, Anda wajib mengambil bagasi di bandara transit dan melakukan check-in ulang.

2. Cari Papan Informasi Penerbangan (Flight Information Display)

Begitu keluar dari pesawat pertama di bandara transit, langsung cari layar besar Flight Information. Cek nomor penerbangan Anda berikutnya untuk mengetahui nomor terminal, gate keberangkatan, serta status pesawat (On Time, Boarding, atau Delayed).

3. Ikuti Petunjuk Arah "Transfer / Connecting Flights"

Ikuti rambu-rambu petunjuk arah bertuliskan "Transfer" atau "Connecting Flights". Di bandara besar internasional, perpindahan terminal terkadang menuntut Anda naik kereta layang gratis atau bus shuttle bandara. Pastikan koneksi internet Anda aktif untuk memantau notifikasi real-time dari maskapai.

💡 Tips Koneksi Saat Transit:

Untuk menghindari kesulitan login ke WiFi publik bandara transit yang biasanya membutuhkan verifikasi SMS nomor asing, gunakan eSIM Global DGTRAVEL. eSIM ini otomatis aktif di berbagai bandara transit dunia, memastikan Anda tetap bisa melacak gerbang penerbangan dan menghubungi keluarga. Cek daftarnya di Katalog eSIM DGTRAVEL.

Siap Terbang Jauh?

Lalui proses transit dengan mudah bersama eSIM DGTRAVEL.

Lihat Katalog Produk