Tips Hemat

Cara Mengatasi Sakit & Diare (Bali Belly)
Saat Traveling di Luar Negeri

22 Juni 2026 • 4 Menit Baca

Mencicipi kuliner lokal atau jajanan kaki lima (*street food*) adalah salah satu kegiatan paling menyenangkan saat traveling. Namun, perut kita terkadang belum terbiasa dengan tingkat kebersihan atau jenis bakteri makanan di tempat baru, menyebabkan keracunan makanan atau infeksi pencernaan yang biasa disebut diare perjalanan (*Traveler's Diarrhea* atau di Bali terkenal dengan sebutan *Bali Belly*).

Langkah Pertama: Terapi Rehidrasi

Bahaya utama dari diare hebat adalah dehidrasi cepat yang membuat tubuh lemas. Segera konsumsi oralit (*rehydration salts*). Jika Anda tidak membawa oralit dari rumah, Anda bisa membuatnya sendiri secara darurat: campurkan 1 liter air mineral dengan 6 sendok teh gula pasir dan setengah sendok teh garam dapur. Minum dalam porsi kecil namun sering.

Obat Penting yang Harus Dibeli di Apotek Lokal

Kunjungi apotek terdekat (*pharmacy* atau *chemist*) dan konsultasikan ke apoteker mengenai obat tanpa resep (OTC) berikut:

Kapan Harus ke Dokter?

Jangan tunda pergi ke klinik atau Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit lokal jika Anda mengalami gejala parah seperti: diare yang berlangsung lebih dari 3 hari berturut-turut, demam tinggi di atas 38,5 derajat Celcius, adanya darah pada tinja, atau muntah terus-menerus yang membuat cairan oralit pun tidak bisa tertelan.

💡 Tips Mencari Klinik Medis di Luar Negeri:

Saat panik karena sakit di negara asing, Anda memerlukan internet instan untuk mencari klinik terdekat di Google Maps atau menghubungi pihak asuransi perjalanan. Pastikan koneksi internet ponsel Anda terus aktif menggunakan eSIM DGTRAVEL yang menawarkan internet instan yang stabil tanpa biaya roaming mahal. Cek pilihannya di Katalog eSIM DGTRAVEL.

Traveling Tenang & Sehat

Temukan lokasi klinik terdekat dan selalu terhubung bersama eSIM DGTRAVEL.

Lihat Katalog Produk